Berpisah dengan teman-teman di Farm

25 Januari 2017
Pagi saat pergi untuk bekerja cahaya matahari terbit kala itu terpancar sangat indah, setelah sekian lama bersembunyi dibalik kelabunya awan beberapa hari terakhir, cukup untuk membuatku semangat mengawali hari. Walaupun sedikit terlambat dari waktu kerja semestinya yaitu pukul 7 pagi. Tugas pertama pagi ini adalah memindahkan anakan pohon dari kebun Mustanghill ke kebun Midway dan memasang pipa irigasi untuk menyirami anakan pohon tersebut. Teman kerjaku seperti biasa adalah James, warga negara australia. Kami berkerja bersama sudah sekitar 7 bulan, memindahkan anakan pohon cukup mudah dibandingkan pekerjaan menggali tanah pulahan meter jaraknya yang sudah sering kami kerjakan sebelum-sebelumnya. Seperti biasa berkerja dengan James waktu serasa cepat, kami memindahkan ratusan anakan pohon menggunakan mobil bak terbuka dengan 3 kali perjalanan Midway ke Mustanghill dalam perjalanan kulihat Shinya dan beberapa teman di departemen plantation sedang bekerja.

Setelah memindahkan ratusan anakan pohan hujan cukup lebat turun dengan disertai angin kencang. Butuh beberapa menit kita untuk berteduh di Workshop dekat kontainer departemen irigasi. Kemudian kita lanjut memasang irigasi, dalam proses pemasangan kita sedikit mendapatkan kendala yaitu ukuran pipa yang akan disambungkan dengan pipa pada pompa terlalu besar lalu pergilah kita ke kontainer kecil tempat menyimpan semua peralatan irigasi untuk mendapatkan alat2 yang kita butuhkan, setelah cukup lama mencari akhirnya semua perlatan didapatkan. Proses pemasangan pipa hanya butuh waktu 30menit karena semua alat yang dibutuhkan telah tersedia. Setelah selesai tugas pertama aku mendapat tugas untuk mengembalikan semua alat2 yang telah kita gunakan untuk tugas pertama tadi dan James mendapat tugas untuk mengembalikan trailer/bak terbuka kembali ke tempatnya.

Aku dengan cepat memacu kendaraanku dengan cepat menuju kontainer aku menaruh semua alat2 tersebut pada tempatnya setelah selesai aku melihat Shotaro sedang menarik tas besarnya ke dalam bus milik departemen plantation biasanya bus tersebut yang membawa mereka ke Darwin untuk sekedar berbelanja atau mengantarkan anak2 departemen plantation yang akan pergi meninggalkan farm douglas ke Darwin, cukup membuatku terkejut langsung saja aku menuju Camp tempat kita tinggal. Tambah membuatku terkejut lagi Shotaro berkata itu hari terakhirnya, padahal 2 jam lalu aku masih melihatnya memakai pakaian kerja tiba2 harus pergi ke Darwin, padahal aku sudah berjanji makan kare buatannya malam ini dan aku juga berjanji dengan Shinya kalau kita akan mengadakan pesta perpisahan bersama teman-teman yang lain. Tidak sempat aku sampaikan selamat tinggal pada Shinya, Bus sudah berangkat rupanya pagi tadi adalah saat terakhir aku melihat dia, teman yang paling dekat denganku kita bersama bercerita sehabis kerja biasanya sambil berolahraga bersama.

Rupanya karena hujan tadi dan cuaca yang kurang menentu memaksa Departemen Plantation meliburkan pekerjanya hari ini. Batal sudah rencana kita mengadakan pesta malam ini, sungguh amat menyedihkan teman dekat selama ini bersama harus berpisah dengan cara tidak terduga tanpa ada salam sampai jumpa atau sepatah kata perpisahan. Beginilah kehidupan di farm cukup memiluhkan waktu terasa cepat dan orang2 yang datang silih berganti dari berbagai latar belakang dan tujuan. Memang dalam sebuah perjalanan yang paling menyedihkan adalah mereka yang pergi dipersimpangan jalan berbeda setelah sekian lama berjalan beriringan. Tetapi kebersamaan, pengalaman, budaya dan cerita dari negara masing-masing teman-teman di farm sangat mengispirasi dan membuka pandanganku akan hari esok.

Tulisan ini sebagai ucapan terima kasih kepada teman-teman yang telah bersama beriringan dan berbagi cerita, Selamat menempuh jalan baru, aku hanya bisa mendoakan Tuhan Yesus selalu menyertai dimana kalian berada.

The douglas goes to Darwin

A photo posted by Herdian Sugi Rianto (@herdiansugi) on

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *